‘Wak Udin’ Versi Good Gangster Akhirnya Meramaikan Pasar Musik Indonesia

0
4
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Musikpantura.com, Jakarta – Senin (26/8) malam lalu, mengambil lokasi di Paparons Pizza Café, Gedung TVRI, Senayan, Jakarta, akhirnya grup musik Good Gangster melempar single perdana berjudul “Wak Udin“. Adalah group musik di bawah label SiNi Production, berpersonel dua orang, sebut saja Verindra (Vokal/Gitar) dan Yazid (Drum/Vokal) ini optimistis, karya mereka bakal mewarnai blantika musik Indonesia dengan mengusung genre pop rock yang unik dan easy listening.

“Kalau mo dihitung-hitung iya sekitar tahun 92-an, lagu Wak Udin terciptanya. Tapi memang belum sempat untuk di rilis. Jadi baru tahun ini, Good Gangster memutuskan untuk merilis karya musik kami. Semoga lagu ini mendapat respon yang positif, dan bisa diterima masyarakat, khususnya pecinta musik di Tanah Air,” papar Verindra usai jumpa pers kepada Musikpantura.com bersemangat.

“Ternyata Wak Udin harus menunggu 27 tahun ya? Kabar bagusnya Good Gangster, hari ini resmi merilis dengan ditandai pemutaran perdana 100 radio di Indonesia dan mempublish video klip Wak Udin,” kata Yazid sambil memberikan link YouTube https://youtu.be/EZt6uccXb1Q

Tembang Wak Udin, bercerita perihal seorang pria separuh baya bernama Wak Udin yang berasal dari desa. Wak Udin ingin menikah dengan seorang gadis pujaannya dan mengajaknya menikah. Namun gadis itu menolak, karena Wak Udin seorang pengangguran, malas bekerja, egois, kerjanya cuma menunggu warisan. Tak mau diajak kawin, sang gadis pun menghindar lalu pergi ke kota. Kecewa berat, Wak Udin pergi menyusul sang gadis ke kota. Namun sayang, saat ditemukan, gadis pujaannya itu sudah hilang ingatannya.

Di rana musik Indonesia, Good Gangster terbilang bukanlah muka baru. Sebagai satu bukti, Yazid mengungkapkan, pernah mendirikan grup band bernama ILANG dan melahirkan satu album bertitel “Materialistis” produksi Naviri Records (1995).

“Singkatnya ILANG bubaran dan anggota yang tersisa tinggal saya dan Verindra, iya kita bentuk Good Gangster. Tapi karena kita berdua punya kesibukan masing-masing, lagi-lagi mengalami kevakuman sekitar setahun,” ungkap Yazid yang juga berprofesi sebagai wartawan hiburan di media Koran Jakarta ini.

Veri memutuskan pindah ke Bali untuk “Ngamen” dari cafe ke cafe, sementara Yazid sibuk berkarier di dunia kewartawanan. Agaknya bagi Yazid darah seni sulit untuk ditinggalkan. Menyadari tak ada istilah terlambat untuk orang yang ingin berkarya, di bidang apapun itu. Akhirnya di tahun ini, Good Gangster membulatkan tekad untuk merilis karya musik. “Lagu Wak Udin sebagai penanda kembalinya kita di dunia musik,” singkatnya serius.

Sebagai band, Good Gangster memang sengaja mengemas formasi dua personel. Sedangkan untuk instrumen lain, band yang kedua personelnya dibesarkan di Kota Medan ini memutuskan untuk memakai additional player. Good Gangster pun akhirnya memilih genre pop rock yang inovatif dengan sentuhan banyak genre, antara lain funk, rap/hip hop, reggae, blues dan rock n roll.

Di dalam karya musiknya, Good Gangster cenderung mengusung tempo yang medium dan up beat. Sementara untuk di single perdana mereka “Wak Udin”, Good Gangster mengusung genre rock dengan sentuhan funk dan rap/hip hop.

“Lagu-lagu kami sangat variatif, ada paduan banyak genre, ada sentuhan pop, rock, funk, rap/hip hop, reggae, dan juga blues. Kalau untuk di lagu Wak Udin ini, kami memadukan unsur rock, funk, dengan rap,” pungkas Verindra.

Lama vakum dari industri musik Indonesia, Good Gangster kali ini menggandeng Siska Salman sebagai produser. Siska Salman adalah penyanyi dan pencipta lagu yang pernah tergabung di grup band Cannonball, di mana karya musiknya pernah hits di era tahun 2000-an.

Proses mixing dan mastering lagu Wak Udin dikerjakan oleh penata musik Nico Veryandi dari SiNi Production Indonesia, yang juga dikenal sebagai additional player tetap atau kibordis dari band Kotak. Proses mixing dan mastering dikerjakan kurang lebih selama satu bulan. Sementara untuk video musik tembang Wak Udin, digarap oleh dua anak muda asal Bali, Tude dan Varel. (ASA / Foto-Foto: Agus Blues).

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here