Trend Musik Dangdut 2018

0
366
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Oleh: Agi Sugiyanto *

Musikpantura.com, Cisarua, Jawa Barat – Saya mau bicara soal trend musik dangdut. Sejauh yang saya amati, dan sebagai praktisi di industri musik, saya menaruh concern pada genre musik yang merakyat ini. Sejauh pengamatan dan ruang kreatif yang bisa coba dipahami. Saya mencoba meneropong peluang dan tantangan ke depan bisnis musik dangdut pada khususnya.

Berangkat dari tahun 2017 masih didominasi musik Jawa hip hop. Fenomena ini muncul dengan tembang dangdut di kombinasi dengan rap berlirik bahasa Jawa, lagu Sayang yang di popularkan Via Vallen dan menjadi lagu fenomenal sampai menasional.

Dan itu puncak dari sebuah hingar bingar. Dan karakter dangdut Jawa hip hop sebenarnya mengambil trend yang bergerak dari Yogyakarta. Dimulai dengan munculnya grup hip hop NDX, PENDOSA dan lainnya. Lagu-lagu karya mereka lalu dipopulerkan oleh penyanyi dangdut panggung seperti Via Vallen, Nella Kharisma, Jihan Audy, Happy Asmara dan lain-lai.

Ada hubungan saling mendukung, bahkan mencari untung antara grup hip hop dengan artis panggung.

Mereka saling mempopulerkan. Lalu diramaikan dalam event panggung, ditangkap oleh pelaku industri retail VCD ekonomi yang dikuasai oleh pasar lokal, khususnya Jawa timuran. Lalu fenomena ini ditangkap label nasional, sehingga masuk dalam percaturan bisnis dangdut secara nasional.

Mau nggak mau dangdut nasional belakangan dipenuhi hingar bingar lagu Jawa. Ini fenomena baru, sebagaimana musisi campur sari Didi Kempot muncul dengan tembang semacam Cucak Rowo, atau fenomena munculnya lagu Sri Minggat yang dipopularkan oleh Sonny Joss.

Tapi karakter campur sari dengan dangdut Jawa yang belakangan ini marak berbeda. Lagu-lagu belakangan muncul dengan bahasa anak muda, bahkan cenderung punya notasi kekinian. Makanya nggak heran lagu dangdut Jawa juga disukai kalangan anak muda.

Saya mencermati trend dangdut Jawa, sudah muncul semenjak 3 tahun yang lalu, bahkan 5 tahun kebelakang ketika booming lagu Oplosan. Lalu ke sini muncul lagu khas Banyuwangi dengan bahasa Osing seperti Edan Turun. Lalu sekarang muncul lagu Jawa merajai panggung-panggung. Selain lagu Sayang ada lagu Jaran Goyang, Tewas Tertimbun Masa Lalu, Konco Mesra, Cah Kerjo, Bojo Galak, dan lainnya. Dan fenomena ini akan tetap mewarnai trend dangdut 2018, ditengah minimnya kreatifitas musisi dan pencipta lagu dangdut nasional. Kita dikejutkan dengan kreatifitas dari daerah.

(*) Penulis adalah CEO Media Musik Proaktif, Ketua Dewan Pembina FORWAN

 

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here