Ssstt…! GOD BLESS Mengakhiri Tidur Panjang Lewat Cermin 7

0
865
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Musikpantura.com, Jakarta – Personil God Bless seperti tak pernah menyerah pada zaman. Tujuh tahun vakum dari kegiatan rekaman, memasuki bulan Desember grup rock gaek Indonesia ini telah siap suguhkan album terbaru bertajuk Cermin 7.

Menjadi catatan menarik, lantaran sembilan dari dua belas lagu di dalamnya berisikan materi album “Cermin” (1980). Pilihan menempatkan lagu-lagu tersebut rupanya sudah cukup lama direncanakan. Usai pemotongan tumpeng pertanda dimulainya proses penggarapan pada beberapa bulan lalu, keempat personil God Bless mengemukakan alasannya.

Album Cermin dipandang menyimpan sejumlah karya kuat yang tetap menantang kreativitas untuk digarap ulang. “Banyak lagu bagus pada waktu penggarapannya dulu masih menggunakan teknologi sederhana,” kata Ian Antono serius.

Sementara itu, album Cermin 7 yang segalanya bernuansa tujuh. “Bayangkan saja, kita absen tidak mengeluarkan album 7 tahun. Terus umurnya God Bless itu 43 yang kalau dijumlahnya menjadi 7 tahun. Juga usia saya yang sudah kepala 7 (70 Red),” papar Iyek sapaan akrab dari Ahmad Albar

Juga yang membuat albumnya semakin spesial, adalah jumlah CD yang diedarkan kepasaran sangat terbatas. Album Cermin 7 cukup di produksi sebanyak 777 keping. “Artinya karena begitu terbatas. Sehingga album Cermin 7 mempunyai nilai yang sangat spesial ya?” ungkap Iyek bersungguh-sungguh.

Bahkan rekan sepanggung Achmad Albar, Donny Fattah dan Abadi Soesman pun sepakat untuk menghidupkan kembali lagu-lagu klasik seperti Selamat Pagi Indonesia Anak Adam, Cermin, Musisi mau pun Balada Sejuta Wajah. Keempat musisi senior ini lantas membongkar artefak rock tersebut dan menyajikannya dalam kemasan yang lebih segar tanpa mengubah bagan masing-masing lagu, sehingga para penggemar musik rock yang sudah terlanjur jatuh cinta tidak perlu merasa kehilangan dengan masuknya beberapa unsur bebunyian baru.

Kalau saja band yang dibangun 5 Mei 1973 ini, seperti mendapatkan ‘suntikan’ darah segar, salah satunya dengan merapatnya Fajar Satritama di tubuh God Bless. Fajar yang merupakan salah satu pendiri Edane, lewat teknik pukulan sangat bertenaga mampui menjada keseluruhan beat, Seperti pada lagu Musisi harus diakui kontribusinya menjadikan lagu tersebut lebih agresif dari versi asli.

Begitu pun dengan tembang Anak Adam, lagu berirama progresif yang pada sekitar 30 tahun silam pernah menjadi ‘lagu wajib’ festival musik rock di berbagai kota Indonesia. Jika dicari perbedaan lain, hal itu terletak pada tarikan vokal Achmad Albar yang, tentu saja, jauh lebih matang.

Meski demikian, God Bless tetap menghadirkan karya segar sebagai single, yaitu lagu Damai. Dari judulnya segera sudah terbaca pesan apa yang ingin disampaikan kepada publik. Menyampaikan pesan moral melalui karya seni sebenarnya bukan hal baru bagi mereka. Mulai dari humanisme, cinta dalam pemahaman yang lebih universal hingga ketidakdilan sudah pernah berseliweran sejak album pertama. Hanya saja, lagu yang liriknya ditulis oleh Teguh Esha, penulis novel remaja terkenal Ali Topan Anak Jalanan, ini terasa sangat kontekstual dengan situasi dalam negeri belakangan ini. Oleh sebab itu pemilihan tembang Damai sebagai single yang dirilis dari Studio 5 Indosiar, Jakarta Barat, Sabtu (17/12/2016) sore silam.

Dikemas dalam irama medium beat, arasemen yang ringan adalah bahasa musik yang mengajak siapa saja untuk memasuki ruang optimisme. Liriknya pun tidak memperlihatkan struktur yang rumit sehingga mudah diingat dan dibawakan.

Album Cermin 7 direkam dengan semangat kesenimanan yang tetap menyala ketika penjualan fisik tak kunjung bangkit dari keterpurukan dan era digital belum sepenuhnya dapat menjadi rujukan sukses komersial. Personil God Bless seperti menafikan mimpi sebagian besar musisi itu. Bahkan edar fisiknya yang direncanakan dalam format doubel album menjadi semacam ‘perlawanan’ pada kenyataan tersebut.

“Kami tidak memusingkan hasil penjualannya. Yang penting tetap berkarya, dari dulu sampai sekarang God Bless adalah band panggung bukan rekaman,” kata Achmad Albar yang diamini oleh Donny Fattah. “Kalau pertimbangannya hanya pada penjualan fisik mau pun sistem digital, kami tak akan pernah kunjung rekaman.”

Secara filosofis rampungnya pengerjaan album Cermin7 menjadi inspirator yang tetap mengobarkan semangat kreatif bahwa dunia musik rock Indonesia tetap hidup dan memiliki tempat tersendiri. GB Cadas!

(asa)

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here