Menjelang 45 Tahun God Bless – Persembahan Seno Tuk Sebuah Kebanggaan

0
555
Lukisan karya Raden Saleh semakin mempererat jiwa kesenimanan Ian Antono, Seno Kusumoharjo, Ahmad Albar. Foto: Yon Moeis.
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Oleh: Yon Moeis*

LUKISAN berukuran sedang yang terpampang di ruang tamu kediaman Seno Kusumoharjo, seketika membetot perhatian Ahmad Albar dan Ian Antono. Karya agung pelukis Raden Saleh itu adalah salah satu lukisan yang menghiasi setiap sudut rumah Seno di kawasan Jakarta Selatan.

Obrolan seputar karya Raden Saleh yang kebanyakan menampilkan perpaduan romantisisme dan latar belakang Jawa sang pelukis, memperlihatkan bahwa Seno adalah pecinta seni dan, kedua tamuanya; Iyek dan Ian, adalah orang yang tepat tuk diajak bicara sebuah kebanggaan dan karya besar.

“Lukisan ini pernah dipinjam Balai Lelang Seni Christe di Singapura dan pernah ada yang menawar 5 juta dolar,” kata Seno.Rabu lalu, Seno menerima Iyek – panggilan Ahmad Albar, dan Ian Antono, didampingi Titik Saelan, manajemen God Bless, tentu saja, bukan tuk membicarakan lukisan, tapi dalam rangka mempersiapkan 45 tahun God Bless, pada 5 Mei 2018 mendatang.

Selain pecinta seni, terutama musik, Seno dikenal sebagai orang di balik layar kisah sukses banyak orang di negeri ini. Terhadap God Bless pun ia memperlakukan hal yang sama; tak hanya apresiasi tuk sebuah kebanggaan, tapi mendukung penuh.

“Saya memberikan panggung tuk God Bless yang sudah bertahan hampir 45 tahun bukan lantaran saya pengagum grup band ini. Tapi, Indonesia harus bangga memiliki God Bless,” kata Seno.

Dalam pertemuan hampir dua jam itu, Seno lebih banyak berpesan agar konser 45 tahun God Bless nanti digarap berdasarkan konsep. Sehingga pagelaran ini menjadi istimewa, eksklusif, keren, dan megah. “Ini merupakan rahmat, karunia, berkah, yang harus kita syukuri bersama. Tidak hanya saya, semua orang harus memberikan apresiasi tuk God less,” kata Seno.

Keinginan Seno agar pagelaran 45 tahun God Bless nanti harus beda dengan penampilan-penampilan sebelumnya kelompok band rock papan atas itu, mendapat sambutan hangat dari Iyek dan Ian. “Saya berterima kasih pada mas Seno dan penampilan God Bless memang harus ada sesuatu, unik, dan beda,” kata Iyek. “Harus dipersiapkan serapi mungkin,” kata Ian.

Tuk urusan penampilan, Seno menyerahkan sepenuhnya pada manajemen God Bless yang berada di bawah komando Titiek Saelan. Sebagai penanggung jawab, Seno menunjuk Erwiyantoro dan Sys NS. Sys NS, menurut Seno, akan lebih banyak menggarap sosial branding menjelang konser.Seno mendukung penuh setiap detik yang ditampilkan God Bless pada perayaan akbar nanti. Ia hanya berpesan lighting dan sounds system tidak hanya sekedar tempelan, tapi harus benar-benar melengkapi konser tunggal nanti.

Seno juga tidak keberatan ketika Titiek Saelan berencana mengundang personil-personil God Bless terdahulu, diantara, Ludwig Lemans yang kini tinggal di Belanda dan Teddy Sujaya yang kini menetap di Bali. Ludwig dulu tak hanya dikenal sebagai gitaris Clover Leaf, tapi juga sohib Iyek ketika sama-sama tinggal di Belanda. Sedangkan Teddy, drumer God Bless, saat ini sedang berada dalam kondisi menjaga kesehatan di Pulau Dewata.

“Terima kasih mas Seno,” kata Titiek. “Sudah lama ada keinginan kami, saya dan Ian, tuk kumpul bersama teman-teman yang pernah terlibat dalam perjalanan God Bless dan memberikan apreasi tuk mereka. Saya terharu, harapan kami tersambut oleh mas Seno,” kata Titiek. “Saya juga berharap teman-teman lama kami bisa hadir dan pasti kami hadirkan, Ludwig, Teddy, Jockie,” kata Iyek.

Disela-sela ngopi sore di kediaman Seno, dari obrolan yang terarah dan fokus, saya membayangkan konser yang sangat luar biasa pada perayaan 45 tahun Gob Bless nanti. Konser yang digarap tak hanya dengan konsep, tapi bakal ditangani orang-orang yang perfek, paham musik yang, sudah menjadi passion mereka.

“Konser akbar bukan dilihat dari jumlah penonton, tapi bagaimana membuat penonton tidak ingin lekas meninggalkan arena konser. Konser yang menampilkan musisi-musisi andal, keren, dan konsisten berkarya. Saya bangga dengan God Bless. Ahmad Albar, Ian Antono, adalah dua dari sedikit orang-orang hebat di dunia musik Indonesia,” kata Seno.

God Bless, masyarakat musik Indonesia, pasti menyambut dan menanti perayaan 45 tahun itu, 5 Mei 2018 nanti….

(*) Wartawan senior, Mantan pewarta Tempo, sekaligus pemerhati dunia sepak bola, kini menjadi penulis lepas di beberapa media. Tulisan di atas diambil dari laman facebook miliknya, Kamis, 23 Nopember 2017.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here