LAONEIS Band Masuk Dapur Rekaman Di Sukabumi Harus Kehilangan Suara. Olala Ternyata Ini Penyebabnya

0
7740
Hanya karena perbedaan udara Lampun dengan Sukabumi yg dingin, sehingga Anger - Maulana harus mulur jadwal di dapur rekaman. Foto: Agus Blues/FORWAN.
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Musikpantura.com, Parung Kuda, Sukabumi – Boleh jadi, di bulan Agustus menjadikan kepergian terlama meninggalkan Desa Ambara, Pringsewu, Lampung yang menjadi kampung halaman Taufik Anger Firmansyah (gitar) dan Maulana Ardiansyah (vokal), personil dari LAONEIS Band.

Sementara itu, LAONEIS Band yang terbentuk Selasa, 25 Nopember 2011 beranggotakan; Maulana Ardiansyah (vokal) Taufik Anger Firmansyah (gitar), Egar Eyfould (gitar), Afirky Aditya (bass), dan Chelvian Bhektiar (drum), tengah mempromokan single Ayah.

LAONEIS Band kopdar bareng SL (Sedulur Laoneis) se-Jabodetabek, di kawasan Monas, Minggu (27/8) pagi lalu. Foto-foto: TApro Musik,

Keberadaannya dari kakak beradik di Jakarta, terkait untuk menjalani take vocal, Radio Phone, sekaligus menjumpai SL (Sedulur Laoneis sebutan bagi penggemar setianya, RED). “Iya ini paling lama jauh dari rumah. Rasanya iya betah ngak betah ya?” ungkap Anger terbata-bata lantaran harus menahan dingin kepada Musikpantura.com tatkala dijumpai di Villa 27, di Kawasan Parung Kuda, Sukabumi, Jumat (25/8) Malam lalu.

Hal yang paling menyenangkan berada di Jakarta dan Sukabumi, Anger menceritakan, sedikitnya bisa mengetahui hal yang baru, seperti suasana mall, gedung bioskop, kulineran, jalan tol, sampai Monas (Monumen Nasional).

“Habiskan tahu sendiri Lampung beda dengan kota Jakarta. Ndeso banget ya” timpalnya dengan logat Ngapak. Sebaliknya pilihan untuk cepat pulang ke Lampung, sambung Anger, “Sebetulnya senang dengan udara dingin seperti di dalam gedung ber-AC. Tapi di Sukabumi dinginnya poll kebangetan ya? Bener-bener ngak kuat.”

Karena perbedaan udara Lampung dengan Sukabumi, LAONEIS yang semula telah terjadwal untuk take vocal dua hari, harus mulur empat hari, penyebabnya Maulana mengungkapkan, karena perbedaan udara, sehingga harus mengalami flu dan berpengaruh kepada suara.

“Habiskan kita tinggal di Lampung yang udaranya panas, sementara disini selepas magrib harus berjuang melawan dingin. Mungkin karena dingin, saya kena flu dan Anger kena sariawan,” kelakar Maulana sambil menunjukan empat lapir baju yang dikenakannya.

Namun demikian, LAONEIS yang memiliki jutaan viewers di jejaring YouTube, juga ribuan SL yang tersebar selain di kota Lampung, sebut saja; Hongkong, Malaysia, Dubai, Singapura, dan Brunei Darusalam. Maulana membenarkan, Alhamdulillah mampu menyelesaikan sebanyak delapan lagu, sehingga bisa memenuhi permintaan kopdar (kopi darat, RED) SL sejabodetabek di kawasan Monas.

“Biasanya kan kita sama SL hanya berkomunikasi kalau LAONEIS live streaming. Jadi selama di Villa 27 (milik C.E.O TApro, Agi Sugianto) selain untuk rekaman iya menerima kunjungan SL ada yang dari Pelabuhan Ratu, Garut, dan Sukabumi sendiri,” kenang Maulana senang.

Selanjutnya Minggu (27/8) pagi lalu, Anger dan Maulana yang penasaran terhadap bangunan Monas yang menjadi icon kota Jakarta, pun dimanfaatkan untuk menjumpai SL se-Jabodetabek. “Jadi saya mengabarkan SL lewat live streaming dan diluar dugaan sekitar seratusan SL datang kesini,” seloroh Maulana.

Karena pertemuan face to face yang kali pertama, LAONEIS yang berada di bawah label TApro Musik menjadwalkan dua jam, mulur menjadikan lima jam. “Iya yang diomongi macem-macem, dari masalah lagu sampai kehidupan pribadi kita di kampung,” ucap Maulana yang tak kuasa mematok waktu pertemuan juga pemberian bingkisan dari beberapa SL ini.

(asa)

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here