Kesedihan Iyeth Bustami Melihat Generasi Sekarang Lebih Senang Berdangdut Gunakan Unsur Tekno

0
610
Iyeth Bustami merindukan munculnya dangdut klasik. Foto: dok. Bintang.com.
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Musikpantura.com, JakartaSejalan perjalanan dangdut yang semakin beragam, terlebih industri musik dangdut yang melahirkan dangdut pantura, koplo, rockduth, congduth, sampai houseduth. Maka musik dangdut pun berdampak pada semakin ditinggalkannya karya-karya dangdut ‘klasik’. Terkait hal tersebut, pedangdut senior Iyeth Bustami mengungkapkan merasa sedih dengan semakin ditinggalkan musik dangdut klasik.

“Sekarang ini tidaklah mudah untuk mendapatkan atau mendengarkan dangdut klasik. Karena sekarang yang ada dan lagi booming iya dangdut kontemporer,” ungkap Iyeth Bustami kala dijumpai Musikpantura.com sesuai acara jumpa pers Anugerah Dangdut Indonesia (ADI 2016), di gedung MNC, Kebon Jeruk, Selasa (29/11), siang lalu.

Meski penyanyi lagu Laksamana Raja Di Laut menyadari pergeseran teknologi yang semakin mempermudah pekerja seni dalam melahirkan karya ‘dangdut’. “Tapi kalau boleh meminta, please dech jangan melupakan musik-musik seperti Rhoma Irama,” pinta pendangdut yang menjadi salah satu juri dalam ADI 2016 ini.

Perjalanan kreativitas dan inovasi membuat dunia musik semakin berkembang, tak terkecuali juga merambah musik dangdut. “Karena saya sangat merasakan generasi saat ini, koq lebih senang berdangdut dengan menambahkan unsur musik tekno,” kata Iyet serius. (asa).

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here