I Love Dancedhut – Shop The Original Menggoyang Ribuan Gerai Alfamidi dan Lawson

0
483
C.E.O Nagaswara Rahayu Kertawiguna masih merasa yakin penikmat musik masih membutuhkan karya musik dalam bentuk fisik, seperti compact disc. foto: Budi ACe/FORWAN.
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Musikpantura.com, Jakarta – Bila ada yang beranggapan industri musik di Indonesia telah mati, selain karena kuatnya ‘tangan’ pembajak juga kemajuan teknologi yang tak lagi populis dengan piringan hitam, kaset, dan cakram. Agaknya berbanding 180 derajat dengan Nagaswara yang tetap setia menelurkan karya ke dalam bentuk fisik compact disc.

Terbukti, Selasa (29/8) siang lalu, Nagaswara kembali menggandeng Sinergi Karya Optima (SKO), Alfamidi dan Lawson. Dalam obrolan bersama Musikpantura.com, usai launching I Love Dancedhut – Shop The Original, C.E.O Nagaswara, Rahayu Kertawiguna membenarkan, komitmen untuk memajukan musik original dengan SKO, Alfamidi dan Lawson telah dilakoni semenjak VCD Karaoke Goyang Dangdut (2014), kemudian CD Album WALI Band yang bertajuk Doain Ya Penonton (2015).

“Karena saya tahu mereka (SKO, Alfamidi, Lawson, RED) punya kebersamaan dan komitmen tinggi untuk ikut memasarkan musik original di Indonesia. Makanya saya merasa nyaman,” kata Rahayu serius, di Aruba Resto, Grande Pasar Raya Blok M, Jakarta Selatan ini.

Rahayu Kertawiguna bersama 8 pedangdut Nagaswara dan perwakilan dari Alfamidi – Lawson. Foto: Muller Mulyadi / FORWAN.

Karenanya Nagaswara yang demi melahirkan VCD Karaoke Super Ekonomis, berada di bawah atap ASIRI (Asosiasi Industri Rekaman Indonesia) dan GAPERINDO (Gabungan Perusahaan Rekaman Indonesia) yang secara resmi menggandeng PIMRI (Perkumpulan Industri Media Replika Indonesia) demi menghindari pembajakan karya musik, dengan ditandai deklarasi di Pinangsia Plaza, Glodok, Jakarta Barat, awal Februari 2016 silam.

“Kita sudah tidak lagi hubungan ya? Karena mereka sudah menjadi pembajak lagi. Saya ngak tahu bagaimana petugas cara kerjanya dan saya ngak mau ambil pusing lagi untuk itu. Sekarang kebetulan ada produk bagus dan dengan packaging yang bagus pula. Segelnya saja juga mahal tuh? Satu segel saja 350 perak. Jadi sini kita menjual dengan kualitas. Kalau ada kualitas pasti ada harga ya?” papar Rahayu yang masih memproduksi VCD Karaoke Super Ekonomi ini.

Meski penikmat musik kini dijejali karya musisi tak lagi dalam bentuk fisik, sebut saja CD, VCD, atau DVD. Namun founder Nagaswara Rahayu menceritakan, tetap mempunyai semangat dan keyakinan yang tinggi masyarakat masih merindukan untuk menyimpan dalam bentuk VCD Karaoke.

“Sebab mereka merasakan kalau ingin berkaraoke pake yang di YouTube lebih banyak delay dan beda kalau pak piringan cakram. Terus juga dari sisi bisnisnya masih bagus, apalagi Alfamidi dan Lawson punya ribuan outlet kan lebh mudah menjadi perpanjangan tangan penyanyinya,” timpalnya bersemangat.

Sementara itu, VCD karaoke bertajuk I Love Dancedhut – Shop The Original yang dibandrol seharga 25 ribu rupiah, berisikan 12 lagu dan delapan pedangdut, yakni; Siti Badriah (Undangan Mantan, ciptaan Yogi Gaijin), (Mama Minta Pulsa, ciptaan Endang Raes), Fitri Carlina (Pujaaan Hati, ciptaan Roel Swara), (Musim Hujan Musim Kawin, ciptaan Zul Zivilia), Hesty Klepek Klepek (Teloletnya Klepek Klepek, ciptaan Yogi Gaijin), (Tua Tua Keladi, ciptaan Ted Sutejo), Duo Anggrek (Goyang Nasi Padang, ciptaan Yanto Sari), (SUMO – Susah Move On, ciptaan Badai) Baby Shima (Makan Hati, ciptaan Yogi Gaijin), Ratu Idola (Ada Gajah Dibalik Batu, ciptaan Apoy Wali Band), Sherly May (Firasat, ciptaan AM Hendro Priyono), dan Mozza Kirana (Tanpa Kekasih, ciptaan Pedro Velvet).

(asa)     

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here