Dari Konser Raya 23 Tahun Indosiar Akhirnya Racun Dangdut Menyasar Iwan Fals

0
342
Lewat lagu Sekuntum Mawar Merah, racun dangdut itupun akhirnya menyasar Iwan Fals. Foto-foto: Sutrisno Buyil/FORWAN
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Oleh: Sutrisno Buyil*

Di tengah gempuran hiburan teknologi dan masyarakat sekarang ini lebih memilih hiburan lewat medsos. Dan konon industri televisi sudah memasuki fase senjakala. Maka untuk bisa menjaga eksistensi dibutuhkan kreativitas tinggi para pengelolanya. Indosiar sebagai stasiun televisi swasta nasional menyadari situasi rawan tersebut, karenanya di usianya ke-23, dibawah komando Harsiwi Achmad selaku Direktur Program yang cerdas serta bertangan dingin. Indosiar pun menunjukkan kelasnya sebagai stasiun televisi hiburan. Hal itu tercermin pada hajatan ultahnya yang digelar secara megah di Jakarta Convention Centre, Kamis (11/1) malam lalu.

Sejak sukses menggelar D’Academy 4 tahun silam, Indosiar dengan tegas mencanangkan diri sebagai Rumah Dangdut. Semula saya, sebagai wartawan Hiburan, sempat ragu akan keseriusan Indosiar sebagai Rumah Dangdut.  Tapi seiring perjalanan waktu, Harsiwi Achmad yang selama ini berdiri di dua televise, yakni SCTV dan Indosiar, telah mampu mewujudkan Indosiar sebagai televise dagdutnya Indonesia. Akhirnya ditugasi oleh EMPTEK holding company yang membawahi bisnis 3 televisi yakni SCTV, Indosiar dan O Channel untuk meningkatkan kualitas program Indosiar.

Benar saja sejak totalitas Harsiwi mengelola program Indosiar, Program program Indosiar rating sharenya meningkat tajam. Program D’Academy tidak hanya sukses menghibur masyarakat menengah bawah tapi juga menjadi perhatian Presiden Joko Widodo. Pun dengan D’Academy Asia juga telah menjelma menjadi tontonan wajib buat masyarakat ASEAN. Indosiar kini telah menjelna menjadi rumah musik dangdut. Rhoma Irama yang selama ini bertahan di salah satu televisi, akhirnya terbujuk juga untuk bergabung dengan Indosiar untuk mengisi ragam musik dangdut  setiap bulannya. Padahal sebelumnya Rhoma tidak melirik Indosiar,  semua itu karena di Indosiar ada dua pedangdut wanita yang berseberangan dengannya. Yakni Inul Daratista dan Elvy Sukaesih yang lebih dulu masuk Indosiar sebagi dewan juri D Academy.

Tapi berkat tangan dingin Harsiwi, Indra Yudhistira, Ekin dan lainnya.  sedangkan MNCTV yang selama ini gencar dengan program musik dangdut seperti mengendor. Piiannya, melihat situasi yang tidak kondusif seperti itu, Rhoma pun mencoba keberuntungan di teve yang kini di isi oleh para kreator program Kontes Dangdut TPI (KDI) MNCTV, yakni Harsiwi dan Ekin. Benar saja hadirnya Rhoma Irama di Indosiar membuat manajemen Indosiar makin pede untuk menjadikan Indosiar Rumah Dangdut.

Ulang tahun Indosiar ke 23 semacam pembuktian kalau Indosiar kini menjadi satu-satunya televisi dangdut yang berkelas. Musik dangdut tidak hanya dikemas secara tradisional tapi diramu dengan genre lain yang elegan dan berkelas.

Tampilnya Iwan Fals di Konser Raya 23 Tahun Indosiar mendendangkan lagu dangdut Sekuntum Mawar Merah karya besar Rhoma Irama, membuktikan kalau musik dangdut tidak lagi musik kelas 2 dan tiga tapi naik tingkat menjadi kelas 1.

“Indosiar tidak memaksa Iwan Fals untuk berdangdut tapi Iwan sangat paham kalau Indosiar itu rumah  dangdut. Makanya Iwan pun dengan bersemangat untuk nyanyi Sekuntum Mawar Merah duet bareng Via Vallen,”  ungkap Harsiwi Achmad dalam obrolan barengku mewakili musikpantura.com usai peluncuran Liga Dangdut Indonesia di Studio Indosiar, Gedung Senayan City, Jakarta Pusat.

Sebagai bukti Iwan Fals enjoy berdangdut ria, saat latihan pelantun tembang Umar Bakrie ini minta diulang beberapa kali. “Iwan Fals sepertinya enjoy saat menyanyikan lagu Sekuntum Mawar Merah. Makanya dia minta diulang  beberapa kali, padahal saat latihan pertama dan kedua menurut tim kami sudah keren. Tapi mungkin karena Iwan Fals suka, makanya minta diulang,” papar Harsiwi Achmad.

Saat tampil di atas panggung, duet Iwan Fals bareng Via Vallen menjadi gong dari malam puncak Konser Raya 23 Tahun Indosiar.

“Dangdut sudah dekat dengan saya sejak kecil, jadi tidak bermasalah ketika saya harus menyanyikan lagu dangdut,” ujar Iwan usai berduet dengan Via Vallen.

Soal pilihan duet, yang memilih Via Vallen juga Iwan Fals. “Indosiar hanya menyodorkan nama-nama pedangdut yang akan mengisi acara Konser Raya 23 Tahun Indosiar,” ujar Harsiwi.

Pilihan Iwan Fals memang beralasan karena Via Vallen memang pedangdut muda yang namanya tengah menjulang tinggi. Video single Sayang ditonton 117  juta viewers. Fantastis!  Dan Konon harga manggung nya kini mencapai 130 juta.

“Bangga dan nervous bisa tampil duet bareng  Om Iwan Fals. Beruntung Om Iwan Fals paham kalau saya grogi, beliau yang mencairkan suasana. Jadi rasa grogi itu hilang, saat di atas panggung,” timpal Via Vallen.

Konsep musik dangdut yang dipadukan dengan musik orkestra membuat acara Konser Raya 23 Tahun Indosiar tampil berkelas dan elegan.

Usai menyaksikan Iwan Fals yang mendendangkan Sekumtum Mawar Merah dalam Konser Raya 23 Tahun Indosiar. Sayapun menjadi teringat dengan lagu Zakia, peristiwa di tahun 1979 dengan gegernya musisi rock Ahmad Albar yang terkena ‘racun’ dangdut. Bahkan virus dangdut itu seakan sulit untuk dicegahnya, Ahmad Albar yang akrab dengan sapaan Iyek ini, melanjutkan bermain dalam film Irama Cinta bareng ratu dangdut Elvy Sukaesih dan berduet menyodorkan sebanyak lima lagu, sebut saja; Aku Bahagia, Rasa Berdebar, Seharsnya Kau Tahu, Engkau Jauh, dan Lintah Darat.

Setelah peristiwa 39 tahun yang lalu, Iyek bersama tembang Zakia, kini racun dangdut pun kembali menyasar Iwan Fals lewat Sekuntum Mawar Merah.

Dangdut. Juara…!

(*) Wartawan Koran Wawasan (Jateng), Ketua Umum FORWAN (Forum Wartawan Hiburan) Indonesia, pemerhati musik dangdut.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here