Boss Nagaswara Bareng Penyanyi Asuhan Sambangi Bareskrim, Laporkan 5 Perusahaan Pembajak Karya Cipta

0
507
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Musikpantura.com, Jakarta – Selasa (2/5) siang lalu, C.E.O. Nagaswara Rahayu Kertawiguna bersama beberapa penyanyi menyambangi kantor Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Pusat.

Kehadirannya tak lain terkait untuk melaporkan karya pembajakan dari karya A.M. Hendropriyono, ketua PAPPRI (Persatuan Artis Pencipta Lagu dan Penyanyi Republik Indonesia). “Jadi di Glodok itu lagu berjudul Cinta Tak Harus Memiliki karya cipta Pak Hendro (A.M. Hendroriyono, Red) yang dinyanyikan oleh Delon dan Siti Badriah laku keras. Makanya saya hadir kesini dengan membawa barang bukti ini,” kata Rahayu Kertawiguna serius kepada Musikpantura.com di pelataran Barekrim Mabes Polri, Jakarta.

Kali ini, C.E.O Nagaswara melaporkan ke- 5 perusahaan, yakni; PT. Visindo SP, PT. Rawajali, PT. Cipta Prima Dharma, PT. Sinar Mulia Sejati, dan  Cakra Perkasa Selaras, dengan pasal 113 ayat (3 dan 4) atau 117 UU No. 28 tahun 2014 tentang Hak Cipta, berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/453/V/2017/Bareskrim.

Akibat maraknya pembajakan karya cipta, Rahayu Kertawiguna pun dibuatnya geram. Oleh sebab itu, ia pun menambahkan, para pembajak selain menggandakan lagu karya A.M. Hendropriyono, juga beberapa lagu penyanyi asuhannya, seperti Cinta Ganjil Gendap dan Buronan Mertua yang dinyanyikan Susi Legit, Teloletnya Klepek-Klepek dan Curi Curi Curhat yang dinyanyikan Hesty Klepek Klepek, dan tembang Duren Sawit yang di dendangkan oleh Uci Sucita.

“Bisa dibayangkan dalam satu hari penjualan produk bajakan bisa mencapai 100 ribu copy, sementara produk asli yang Nagaswara keluarkan masih berada di angka 20 ribu copy,” tegas Rahayu dalam kehadirannya ikut ditemani penyanyi-penyanyi seperti Delon, Uci Sucita, Hesty Klepek Klepek, Susi Legit, dan KK Band ini.

“Selain membajak, mereka juga melakukan penghilangan nama pencipta lagu dan perusahaan yang memproduksi lagu-lagu itu. Ini melanggar dan pelakunya harus kena ganjaran sekaligus semua pabrik mereka harus ditutup,” lanjutnya.

Padahal Delon menceritakan, untuk bisa menyanyikan lagunya sejak awalnya sudah harus melewati proses perjalanan yang begitu rumit. “Eh…, ini malah dengan nyantainya main bajak. Gimana coba? Sepertinya dari jaman presiden dulu sampai sekarang tak pernah tuntas, malah semakin menjadi,” papar Delon.

Sejalan dengan Delon, pelantun lagu Kalau Bulan Bisa Ngomong ciptaan Doel Sumbang, Uci Sucita berharap, pelaku pembajak karya cipta menerima hukuman seberat-beratnya, supaya menimbulkan efek jera. “Saya atau pencipta lagunya saja belum merasakan hasilnya. Terus koq tanpa harus berkeringat dengan enaknya mengambil yang bukan miliknya. Jadi sudah semestinya pembajak harus di penjara dan sebisa mungkin iya hukuman  seumur hidup,” ketus Uci Sucita.

Lebih hebatnya lagi, timpal Susi Legit, “Padahal lagu Cinta Ganjil Genap baru kemarin sore dirilis, tapi barang bajakannya sudah ada dipasaran. Ampun deh?”

(asa)

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here